JOE NANERE -
Senin malam 7 July 2008 - Balikpapan - satu SMS dari Kethus Jakasetia masuk - "Mas, berita: Pak Nanere wafat di Manado tgl 7 July 08. - Rasanya kayak kena gempa bumi ringan, kubaca beberapa kali SMS tadi, and aku coba kuhubungi Kethus, tapi gak nyambung,...gelisah terus gue, akhir nya gw coba call anak gw di bekasi, Coba kmu cek ke rumah Om Nanera apa benar berita ini?.......Anak gue langsung jawab,.."Benar Pa,.."
Rasanya mau nangis gak bisa, mau teriak gak bisa, cuma dada sesak,... aku cuma teringat percakapan ku dengan putri nya (alm) sehari sebelum tgl 25 June 08 - saat aku mau masuk garasi pagi pagi and putri alm lewat :" Pagi Oom...sapanya" - Pagi...kemana papa kamu?...Ke Halmahera Oom dan seminggua an....Oooh gitu,..sehat kah?...Sehat Oom...gak ada apa apa kok......OKAY lah...salam yaa kalau papa kamu pulang...!!! Yaa oom nanti aku sampaikan ke papa...." Ternyata salam ku harus kusampaikan sendiri sesaat aku terpaku didepan jenazah nya tadi malam - Selasa 08 July 2008 - Saat itu aku langsung pamitan ke istri alm, Bu aku pamit keluar, aku takut nanti gak tahan and nangis aku dimuka yang hadir,..aku malu..." Baik pak...terima kasih" terbata bata Ibu Nanere menjawab permintaan permisiku.
Kerusuhan Halmahera - antara Aku dan Nanere: --------
"Saat kerusuhan Halmahera meletus, sekitar Agustus 99 sampai Desember 2000,--- dan saat rame2 nya pertempuran antara Laskar Kristen dan Laskar Muslim di Kao, ...kebetulan aku dan sahabatku Mustapha (alm sekarang) mendapat tugas untuk memonitor Road Blocking yang dilakukan kedua pihak antara Tobelo sampai Sidangoli,...pekerjaan gila dan memang bener bener gebleg...sekitar January 2000 aku pulang ke Jakarta untuk Field Break,.. dengan penuh kekhawatiran sebetulnya karena saat itu Minesite Gosowong benar benar ditenggah kedua laskar.... but that's not the point. ---- ini tentang pertemuanku dengan Jo Nanere sesaat setelah aku ke Bekasi (krn saat itu aku masih nginep di BaranangSiang komplek IPB), ------
MUSTAPHA AFFANDI - (Pak Mus) - Entah apa yang Tuhan Allah SWT maui, tapi kembali aku dikagetkan dengan Phone Call dari Wimpy Worang - Depok - Kamis pagi 10 July 08 kemarin, kulihat nama Wimpy Worang - sahabat dan saudara ku dari sejak kami di Bintuni Papua Barat dan berlanjut ke Gosowong Gold Mine di Halmahera -------
Wimpy bilang begini: "Be,...udah denger pak Mustapha wafat?" --- Haaah....kapan Wim,.. dua hari lalu tanggal 8 July 08 di Parung kuda - Sukabumi, ditempat isterinya....." Masya Allah....aku langsung ngucap Inna lillahi Wa Inna Lillahi Rojiun........Gilaaaa kalian semua, kenapa semua berita datang terlambat ke aku Wim?................. Kupikir Babe dah tau dari yang lain, aku cuma dengar juga dari Budi.....wuuuuaaaahhhhhhhhhh..................sesak lagi dadaku -------
Kalau kalian baca memoar ku di Ternate - Sidangoli - Taolas - Gosowong yang ada Toguliwa Masacre...itulah sosok Mustapha, yang sama gilanya ma gue...gak kenal takut kami berempat nguburin hampir 174 sosok mayat yang sudah mulai membusuk dari mulai luka tebas, luka bacok. luka tusuk dan luka panah sampai hangus dibakar............Bahkan (aku ingat benar) saat Mustapha kusuruh menjelaskan ke seseorang di Bogor bahwa kami berdua mengemban tugas yang sangat berat di Ternate (pas selepas sholat Iedul Fitri di Lapangan Kodim Ternate)...malahan telpon dibanting dan ditutup dengan kasar.......betapa aku kehilangan sahabat, saudara yang ramah, bertanggung jawab, setia kawan......dan doyan makan...........terakhir aku makan bareng Mus di Mall Cililitan saat kurekomendasikan dia ke Sanga sanga ............selamat jaan sobat tercinta, sampai kapan pun badan gendut dan senyum ikhlas mu akan kuberitahukan kepada siapapun yang mau mendengar cerita ku tentang dirimu......sampai jumpa lagi di alam sana.............